TENTANG
FLIP
- FLOP
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA
: NPM :
RIKI SUDIRMAN 12110200
LENNI SUNDARI 12110201
ZULFI HARYATI 12110208
MAINA 12110169
PUTRI INDAH PERMATA SARI 12110146
MUHAMMAD ZAINUL 12110239
KELAS
: TI – P 1202
DOSEN
: M. Syahrizal, S.Kom, M.Kom

SEKOLAH
TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) BUDIDARMA
MEDAN
- 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Di
dalam Teknik Digital kita mengenal istilah Flip-Flop. Flip-flop merupakan suatu rangkaian sekuensial yang
dapat menyimpan data sementara (latch) dimana bagian outputnya akan merespons
input dengan cara mengunci nilai input yang diberikan atau mengingat
input tersebut. Flip-flop mempunyai dua kondisi output yang stabil dan saling
berlawanan. Perubahan dari setiap keadaan output dapat terjadi jika
diberikan trigger pada flip-flop tersebut. Trigernya berupa sinyal
logika “1” dan “0” yang continue.
Gerbang
dasar adalah komponen sederhana yang tidak bisa menyimpan nilai. Ide untuk
menyimpan nilai dalam rangkaian sejalan dengan kebutuhan tempat penyimpanan dan
komponen-komponen lain. Rangkaian yang digunakan adalah rangkaian sekuensial
yaitu rangkaian yang salah satu masukannya merupakan keluaran dari sistem
tersebut. Dengan rangkaian sekuensial ini, kita dapat menyimpan nilai dalam rangkaian. Rangkaian
sekuensial sederhana adalah flip-flop yaitu
rangkaian yang dapat menyimpan nilai 1 bit.
Flip-flop adalah nama umum yang digunakan untuk
rangkaian sekuensial yang terdiri dari beberapa gerbang logika yang menyimpan
nilai dan dapat diakses melalui jalur keluarannya. Nilai yang terdapat dalam flip-flop akan tetap tersimpan walaupun
sinyal masukannya tidak aktif.
Flip-flop memiliki
2 nilai keluaran yang satu sama lain nilainya berkebalikan. Keluaran ditandai
dengan Q dan Q’ dan symbol lainnya. Rangkaian ini banyak digunakan untuk tempat
menyimpan data digital dan menstransfernya. Kombinasi beberapa flip-flop membentuk satu fungsi khusus
dinamakan Register.
1.2.
Tujuan
Adapun
tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik
Digital dari Dosen. Selain itu agar lebih mengerti tentang ilmu yang masih
asing bagi kami ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Flip-Flop
Flip-flop adalah nama umum yang digunakan untuk
rangkaian sekuensial yang terdiri dari beberapa gerbang logika yang menyimpan
nilai dan dapat diakses melalui jalur keluarannya. Nilai yang terdapat dalam flip-flop akan tetap tersimpan walaupun
sinyal masukannya tidak aktif.
Flip-flop memiliki
2 nilai keluaran yang satu sama lain nilainya berkebalikan. Keluaran ditandai
dengan Q dan Q’ dan symbol lainnya. Rangkaian ini banyak digunakan untuk tempat
menyimpan data digital dan menstransfernya. Kombinasi beberapa flip-flop membentuk satu fungsi khusus
dinamakan Register.
2.1.1. Rangkaian Flip Flop
Gambar 2.1.1.
: Rangkaian Flip-Flop
Sistem
seperti ini dinamakan tidak memiliki memori. Disamping itu bahwa sistem
tersebut menghafal hubungan fungsional antara variabel keluaran dan variabel
masukan. Sedangkan fungsi rangkaian flip-flop yang utama adalah sebagai memori
(menyimpan informasi) 1 bit atau suatu sel penyimpan 1 bit. Selain itu
flip-flop juga dapat digunakan pada Rangkaian Shift Register, rangkaian Counter
dan lain sebagainya.
2.2.
Macam - Macam Flip-Flop
Macam - macam Flip-Flop, antara lain:
1.
SR
Flip-Flop
2.
D
Flip-Flop
3.
J-K
Flip-Flop
4.
T
Flip-Flop
2.2.1.
Flip-Flop
Set-Reset (SR Flip-Flop)
SR Flip-flop dibangun
dari beberapa gerbang logika. SR Flip-flop memiliki dua
buah masukan S untuk Set dan R untuk Reset. Gerbang NAND biasa
digunakan untuk membngun SR Flip-flop. Simbol
logika menunjukkan dua masukan yang diberi label dengan Set dan Reset. SR Flip-flop ini
mempunyai dua keluaran komplementer. Keluaran ini diberi label Q dan Q’. Nilai
Q dengan Q’ selalu berlawanan.

Gambar
2.2.1. : Rangkaian SR Flip-Flop
Sinyal
SR yang masuk ke dalam flip-flop dapat memiliki 4 kemungkinan kondisi yaitu 00,
01, 10, dan 11. Pada saat SR bernilai 00 maka kondisi flip-flop tidak berubah, nilai Q akan seperti nilai sebelumnya.
Jika SR bernilai 01 maka keluaran Q akan bernilai 0, kondisi ini akan
menyebabkan flip-flop Reset. Jika SR
bernilai 10 maka keluaran Q akan bernilai 1 atau flip-flop Set. Bagaimana bila SR bernilai 11, ini menarik, karena
kondisi ini menyebabkan keluaran Q tidak pasti, tergantung sinyal mana yang
datang lebih cepat. Kondisi ini disebut kondisi berlomba (race condition). Karena nilai Q tidak pasti maka kondisi ini tidak
digunakan. Kondisi QQ’ bernilai 00 terjadi pada saat perpindahan dari nilai SR
01 ke-10.
Jika
delay ∆ menunjukkan penundaan pada
setiap gerbang, maka rumus umum persamaan Boolean untuk SR flip-flop sebagai berikut :
Q(t
+ 2∆) = (R (t + ∆) . ([S (S(t) + y (t + ∆)]’)’
= (R (t + ∆)’ . [S (S(t) + y (t + ∆)]
Berdasarkan
prilaku SR Flip-Flop dapat ditulis
dalam tabel kebenaran berikut :
Tabel
2.2.1. : Tabel Kebenaran SR Flip-Flop
Masukan SR
|
|||||
00
|
01
|
10
|
11
|
||
Kondisi Q
|
0
|
0
|
0
|
1
|
*
|
1
|
1
|
0
|
1
|
*
|
|
Berdasar
tabel kebenaran di atas dapat dibaca bahwa jika masukan SR bernilai 00 maka
kondisi Q akan tetap seperti semula, bila awalnya bernilai 0 maka akan tetap
bernilai 0 dan sebaliknya. Jika masukan SR bernilai 01, apa pun kondisi
sebelumnya, Q akan bernilai 0. Jika masukan SR bernilai 10, apa pun kondisi
sebelumnya, Q akan bernilai 1.
Simbol untuk SR Flip-flop sebagai berikut :

Gambar
: Simbol SR Flip-Flop
2.2.1.1.
Detak (Clok)
SR
Flip-Flop di atas bekerja secara
asinkron. Nilai S dan R dapat berubah
kapan saja dan dalam tempo yang tidak bersasmaan. Detak (clock) ditambahkan pada sisi masukan untuk menjaga sinyal agar
bekerja dalam tenggang tempo yang bersamaan.
Kendali ini membantu flip-flop lebih
stabil. Detak ditambahkan sebelum sinyal S dan R masuk ke dalam rangkaian flip-Flop. Masing-masing sinyal masukan
di NAND-kan dengan detak.
Pada saat detak bernilai 0, tidak ada
perubahan sinyal yang masuk ke dalam flip-flop.
Sebaliknya, jika detak bernilai 1 maka kondisi keluaran flip-flop, Q, akan menyesuaikan dengan
kondisi masukan S dan R, berdasar aturan dalam tabel kebenaran.
SR
Flip-Flop yang disempurnakan memiliki
3 sinyal masukan dan 2 jalur keluaran.

Gambar : SR Flip-Flop ditambah Detak (Clock)
Simbol
untuk SR Flip-Flop yang telah ditambahkan
detak :

Gambar
:
Simbol SR Flip-Flop ditambah
Detak (Clock)
2.2.2. Flip-Flop Data
(D Flip-Flop)
Kelebihan
flip-flop adalah dapat menyimpan
nilai satu bit pada jalur keluarannya. Kelebihan ini memungkinkan flip-flop digunakan sebagai rangkaian
untuk menyimpan data, sebagai sel memori.

Gambar
2.2. : Simbol D Flip-Flop
D flip-flop
dirancang untuk menyimpan satu bit 0 atau 1. Dengan sedikit modifikasi SR flip-flop, D flip-flop
dapat melakukan fungsi tersebut. Sel penyimpanan data hanya perlu dua kondisi
yaitu bernilai 0 atau 1. Karakter tersebut diperoleh dengan mengatur nilai S
dan R agar tidak bernilai sama. Nilai SR=01 menyebabkan flip-flop bernilai 1 dan nilai SR=10 menyebabkan flip-flop bernilai 0. Diperlukan
konverter antara masukan S dan R agar nilai keduanya berkebalikan.
Berikut ini rangkaian D flip-flop hasil modifikasi dari
rangkaian SR flip-flop :
Pada
saat D bernilai 1 menyebabkan keluaran Q akan bernilai 1 pada kondisi
berikutnya (next state). Sebaliknya,
Q bernilai 0 pada saat D bernilai 0. Karakter ini sesuai dengan karakter tempat
penyimpanan 1 bit.
Berdasarkan perilaku D flip-flop maka tabel kebenaran sebagai
berikut :
Tabel 2.2.2 : Tabel Kebenaran D flip-flop
CK
|
D
|
Q
|
0
1
1
|
Φ
0
1
|
NC
0
1
|
D flip-flop
akan bekerja jika nilai CK=1. Pada saat CK tidak aktif maka apa pun nilai D,
nilai flip-flop tidak berubah (NC, No Change). Pada saat CK aktif maka
sinyal D berfungsi. Kondisi Q tergantung dari masukan D.
2.2.2.1. Simbol
Simbol untuk D flip-flop adalah :

Gambar 2.2.2.1. : Rangkaian D Flip-Flop
2.2.2.2. Pemicu
Tepi
Aktif atau tidaknya suatu flip-flop dikendalikan oleh detak CK
yang masuk. Jika detak bernilai 1 maka flip-flop aktif. Kapankah perubahan
detak (Clock, CK) adalah dari pulsa yang senantiasa berubah nilainya dari 0 ke
1 atau sebaliknya. Detak memiliki frekuensi. Perubahan detak inilah yang
dijadikan pemicu bagi komponen flip-flop untuk
berubah. Pada saat terjadi perubahan detak dari 0 ke 1 maka gerbang-gerbang
akan aktif dan nilai D akan masuk ke dalam flip-flop.
Perubahan flip-flop yang dipicu oleh perubahan tegangan detak dari 1 ke 0
disebut pemicuan tepi (edge triggering),
karena flip-flop bereaksi pada saat
detak berubah keadaan. Pemicuan terjadi pada
awal pulsa naik. Proses itu disebut pemicuan tepi positif. Perubahan
keadaan terjadi pada saat pulsa naik.
2.2.2.3. Diagram
Detak (Clock Diagram)
Perubahan kondisi flip-flop disebabkan oleh perubahan detak, dapat digambarkan dalam
diagram detak, sebagai berikut :

Gambar 2.2.2.3. : Diagram Detak D Flip-Flop
2.2.2.4. Preset
dan Clear`
![]()
Gambar
2.2.2.4. D Flip-Flop dengan Sinyal Preset & Clear
|
Preset
dan
Clear adalah dua buah jalur yang
ditambahkan pada flip-flop tanpa
harus menunggu detak. Pengaktifan Preset
menyebabkan nilai flip-flop berubah
langsung menjadi 1, apapun kondisi sebelumnya. Pengaktifan Clear menyebabkan nilai flip-flop berubah langsung menjadi 0.
Nilai Preset dan Clear tidak
boleh sama-sama rendah karena akan menyebabkan kondisi pacu. Bila Preset bernilai 0 dan Clear bernilai 1, maka isi flip-flop akan di-reset. Sebaliknya jika Preset bernilai 1 dan Clear bernilai 0 maka isi flip-flop akan di-set.
|
2.2.2.5. Simbol
Simbol D flip-flop dengan pemicuan tepi positif sebagai berikut :

Gambar 2.2.2.5. D Flip-Flop Pemicuan Tepi Positif
Tanda segitiga pada detak (CLK)
menunjukan adanya proses pemicu tepi untuk mengaktifkan flip-flop.
2.2.3.
JK Flip-Flop
Kelemahan SR flip-flop
adalah terdapat kondisi pacu (race
condition) yang tidak terprediksi yaitu pada saat nilai SR = 11. Pada JK flip-flop dibuat jalur balik dari
masing-masing keluaran Q dan Q’ menuju gerbang masukan NAND, hal ini tidak
masalah karena gerbang NAND dapat memiliki lebih dari dua masukan.
Nama JK flip-flop
diambil untuk membedakan dengan masukan pada SR flip-flop karena ada perubahan ada perubahan jalur balik di atas.
Secara umum cara kerja JK flip-flop sama
dengan SR flip-flop. Perbedaannya
pada saat JK bernilai 11 yang menyebabkan kondisi keluaran berubah (1 à 0 dan
0 à 1) atau toggle.
2.2.3.1. Rangkaian
JK Flip-Flop
![]() |
JK flip-flop memiliki 2 masukan yang
biasanya ditandai dengan huruf J dan K. Jika J dan K berbeda maka keluaran Q
akan sama dengan nilai J pada detak berikutnya (next clock). Jika J dan K keduanya 0 maka tidak terjadi perubahan
apa-apa pada flip-flop. Jika J dan
K keduanya 1 maka kondisi Q akan berubah dari kondisi sebelumnya,Jika
sebelumnya Q bernilai 0 maka akan bernilai 1 dan sebaliknya.
Karakter JK flip-flop
yang lebih pasti untuk semua kondisi maka flip-flop ini yang banyak digunakan untuk membangun berbagai
komponen register seperti : register geser (shift register), pencacah biner (binary counter), pendeteksian sekuensial (sequence detector) dan lain-lain.
|
|||||||||||||
![]()
Gambar
:
Simbol
JK Flip-Flop
|
Tabel
2.2.3. : Tabel Kebenaran JK flip-flop
Keterangan
:
Φ
= apapun kondisinya (don’t care)
|
|||||||||||||
Pada
saat CK naik / Aktif/bernilai 1 maka kondisi keluaran Q ditentukan oleh masukan
JK. Kondisi Set (keluaran bernilai 1) tercapai pada saat JK bernilai 10.
Kondisi Reset (keluaran bernilai 1) tercapai pada saat JK bernilai 01. Pada
flip flop JK tidak ada lagi kondisi pacu seperti pada flip slop SR. Pada saat
JK bernilai 11 maka nilai keluaran Q akan berubah-ubah (toggle) pada saat setiap detaknya.
2.2.3.2. Diagram
Detak (Clock Diagram)
Perubahan
kondisi flip-flop disebabkan oleh
perubahan detak, dapat digambarkan dalam diagram detak. Pada diagram tersebut
digambarkan bagaimana pengaruh setiap perubahan detak terhadap nilai keluaran
JK flip-flop.

Gambar
2.2.3.2. Diagram Detak JK Flip-Flop
2.2.3.3. JK
Flip-Flop Master dan Slave
Flip-flop
Master-Slave dibangun agar kerja JK flip-flop lebih stabil yaitu dengan
menggabungkan dua buah JK flip-flop.
Flip-flop pertama disebut Master
dan flip-flop kedua disebut Slave. Master merupakan flip-flop yang diatur oleh sinyal
pendetak pada saat naik (positif), sedangkan Slave merupakan flip-flop yang
diatur oleh sinyal pendetak pada saat turun (negatif). Pada saat sinyal detak
berada pada kondisi naik, Master yang
aktif dan Slave menjadi tidak aktif
dan sebaliknya pada saat sinyal detak pada kondisi turun, Master tidak aktif dan Slave aktif.

Gambar
2.2.3.3. JK Flip-Flop Master-Slave
2.2.4.
Toggle
Flip Flop (T Flip Flop)
T
flip-flop adalah kondisi khusus
dari JK flip-flop Masukan T
dihubungkan dengan JK sekaligus. Pada T flip-flop,
J dan K akan bernilai sama 00 atau 11.
|
Simbol
![]()
Gambar
2.2.4. T Flip Flop berasal dari JK Flip Flop
|
Tabel
2.2.4 : Tabel Kebenaran T Flip Flop
Masukan
|
Keluaran
|
|
T
|
CK
|
Q
|
0
1
Φ
|
Naik
Naik
Turun
|
Q
(Tidak Berubah)
Q’
(Komplemen)
Q
(Tidak Berubah)
|
Pada saat CK naik maka kondisi keluaran Q
tergantung pada masukan T. Kondisi keluaran Q berubah-ubah (toggle) dicapai pada saat masukan T
bernilai 1. Jika CK turun tidak ada perubahan pada flip-flop.
2.2.4.1. Simbol

Gambar 2.2.4.1. Simbol T Flip Flop
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Kesimpulan
yang penyusun dapat dalam membuat makalah ini adalah Flip-Flop sebagai memori
(menyimpan informasi) 1 bit atau suatu sel penyimpan 1 bit. Selain itu
flip-flop juga dapat digunakan pada Rangkaian Shift Register, rangkaian Counter
dan lain sebagainya. Dan tentunya masih banyak kesimpulan lainnya yang bisa
didapat para pembaca setelah membacanya.
3.2.
Saran
Agar
lebih mengerti dalam pemanfaatan Flip-Flop ini sebaiknya mempelajarinya lebih
mendatail lagi dan mencari info-info di berbagai sumber, bila perlu guru
pendamping agar cepat mengerti dan akurat.
DAFTAR PUSTAKA
m4rry.blogspot.com/2011/01/rangkaian-flip-flop_16.html
sunarto-ok.blogspot.com/2008/09/flip-flop.html
www.slideshare.net/derist/bab-3-flip-flop






Posting Komentar