
TENTANG
PENDELEGASIAN
WEWENANG
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA : NPM :
LENNI SUNDARI 12110201
MUHAMMAD SHODIQ 12110152
RIKI SUDIRMAN 12110200
SRI AYUNI 1211
KELAS :
TI – P 1202
DOSEN :
AM. HATUAON SIHITE, MM

STMIK BUDIDARMA
MEDAN
2013
PEMBAHASAN
1. PENDELEGASIAN WEWENANG
Pendelegasian
wewenang merupakan sesuatu yang vital dalam organisasi.Atasan perlu melakukan
pendelegasian wewenang agar mereka bisa menjalankan operasi manajemen dengan
baik.Selain itu, pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin
besarnya organisasi.Bila seorang atasan tidak mau mendelegasikan wewenang, maka
sesungguhnya organisasi itu tidak butuh siapa-siapa selain dia
sendiri.Pendelegasian juga dilakukan agar atasan dapat mengembangkan bawahan
sehingga lebih memperkuat organisasi, terutama di saat terjadi perubahan
susunan manajemen.
Keengganan
seorang atasan/manajer untuk mendelegasikan wewenang biasanya dikarenakan
mereka takut kalau tugas mereka gagal dikerjakan dengan baik oleh orang lain.
Ini perlu diatasi dengan mendorong mereka untuk berani menanggung resiko. Hanya
dengan berani menanggung resikolah perusahaan (organisasi) akan mendapatkan
manajer-manajer yang handal dan berpengalaman. Pendelegasian wewenang bukan
sebuah hukuman yang mengurangi kekuasaan manajer, namun membuka kesempatan bagi
pengembangan diri mereka dan bawahan. Jadikan pendelegasian wewenang sebagai
bagian dari proses perbaikan.
1.1.
Pengertian Pendelegasian Wewenang
Dari
berbagai definisi tentang pendelegasian wewenang, dapat disimpulkan, bahwa :
a. Pendelegasian
wewenang merupakan dinamika organisasi, karena dengan pendelegasian wewenang
ini para bawahan mempunyai wewenang, sehingga mereka dapat mengerjakan sebagian
pekerjaan delegator (pimpinan).
b. Pendelegasian
wewenang merupakan proses yang bertahap dan yang menciptakan pembagian kerja,
hubungan kerja, dan adanya kerja sama dalam suatu organisasi/perusahaan.
c. Pendelegasian
wewenang dapat memperluas ruang gerak dan dan waktu seorang manajer.
d. Pendelegasian
wewenang, manajer tetap bertanggung jawab terhadap tercapainya tujuan
perusahaan.
e. Pendelegasian
wewenang menjadi ikatan formal dalam suatu organisasi.
1.2. Prinsip-Prinsip Pendelegasian
Prinsip
– prinsip klasik yang dapat dijadikan dasar untuk delegasi yang efektif :
1). Prinsip scalar, dalam proses pendelegasian harus ada garis
wewenang yang jelas karena akan membuat
anggota organisasi lebih mudah untuk mengetahui :
b. Dari siapa dia akan
menerima delegasi
c. Kepada siapa
dia harus memberikan pertanggung jawaban
2). Prinsip kesatuan perintah, menyatakan bahwa setiap bawahan dalam organisasi seharusnya
melapor hanya kepada seorang atasan
3). Tanggung jawab dan akuntabilitas, menyatakan bahwa :
a. Agar organisasi dapat menggunakan sumber dayanya dengan lebih efisien
b. Konsekuensi wajar peranan tersebut adalah bahwa setiap individu dalamorganisasi
untuk melaksanakan tugas yang dilimpahkan kepadanya secara efektif
c. Bagianpenting dari delegasi tanggung jawab dan wewenang adalah akuntabilitas
penerimaan tanggung jawab dan wewenang berarti individu juga setuju untuk
menerima tuntutan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas
1.3.
Alasan Pendelegasian
Beberapa alasan mengapa pendelegasian diperlukan, antara
lain:
a. Pendelegasian memungkinkan manajer/atasan
mencapai hasil yang lebih baik dari pada semua kegiatan ditangani sendiri.
b. Pendelegasian memungkinkan bawahan untuk tumbuh dan berkembang.
c. Pendelegasian
memungkinkan manajer/atasan dapat memusatkan perhatian terhadap tugas-tugas
prioritas yang lebih penting.
d. Adanya
keterbatasan (fisik, waktu, perhatian, dan pengetahuan) seorang manajer.
e. Menciptakan
ikatan, hubungan formal, dan kerjasama antara atasan dengan bawahan.
f. Membuktikan
adanya pimpinan dan bawahan dalam suatu organisasi.
g. Memperluas
ruang gerak dan waktu seorang manajer.
h. Agar organisasi berjalan lebih efisien.
i. Merupakan
kunci dinamika organisasi.
1.4.
Sifat dan Asas Pendelegasian Wewenang
Ketika seorang atasan (delegator)
mendelegasikan wewenangnya kepada bawahan (delegate) tidak akan menghilangkan
hak dan wewenangnya. Disamping itu, delegator sewaktu-waktu dapat menarik
kembali wewenang yang telah didelegasikannya kepada delegate.Untuk menghindari
pendelegasian yang tidak tepat, seorang manajer harus berpedoman pada
pendelegasian wewenang berdasarkan job description dari bawahan yang
bersangkutan.
Asas
pendelegasian wewenang:
a. Asas kepercayaan
b. Asas
delegasi atas hasil yang diharapkan
c. Asas
penentuan fungsi atau asas kejelasan tugas
d. Asas
rantai berkala
e. Asas
tingkat wewenang
f. Asas
kesatuan komando
g. Asas
keseimbangan wewenang dan tanggung jawab
h. Asas
pembagian kerja
i. Asas
efisiensi (ketepatan)
j. Asas
kemutlakan tanggung jawab
1.5.
Taat pada Wewenang
Agar
wewenang yang dimiliki oleh seseorang dapat di taati oleh bawahan maka
diperlukan adannya.
1). Kekuasaan
( power ) yaitu kemampuan untuk melakukan hak tersebut, dengan cara
mempengaruhi individu, kelompok, keputusan. Menurut jenisnya kekuasaan dibagi
menjadi dua yaitu :
a. Kekuasaan posisi ( position
power ) yang didapat dari wewenang formal, besarnya ini tergantung pada
besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut.
b. Kekuasaan pribadi ( personal
power ) berasal dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar para
pengikut mengagumi, respect dan merasa terikat pada pimpinan.
Menurut
sumbernya wewenang dibagi menjadi :
a. Kekuasaan
balas jasa ( reward power ) berupa uang, suaka, perkembangan karier dan
sebagainya yang diberikan untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya.
b. Kekuasaan
paksaan ( Coercive power ) berasal dari apa yang dirasakan oleh seseorang bahwa
hukuman ( dipecat, ditegur, dan sebagainya ) akan diterima bila tidak melakukan
perintah.
c. Kekuasaan
sah ( legitimate power ) Berkembang dari nilai-nilai intern karena seseorang
tersebut telah diangkat sebagai pemimpinnya.
d. Kekuasaan
pengendalian informasi ( control of information power ) berasal dari
pengetahuan yang tidak dipercaya orang lain, ini dilakukan dengan pemberian
atau penahanan informasi yang dibutuhkan.
e. Kekuasaan
panutan ( referent power ) didasarkan atas identifikasi orang dengan pimpinan
dan menjadikannya sebagai panutan.
f. Kekuasaan
ahli ( expert power ) yaitu keahlian atau ilmu pengetahuan seseorang dalam
bidangnya.
2). Tanggung
jawab dan akuntabilitas tanggung jawab ( responsibility yaitu kewajiban untuk
melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang dari
atasannya. Akuntability yaitu permintaan pertanggung jawaban atas pemenuhan
tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya). Yang penting untuk diperhatikan
bahwa wewenang yang diberikan harus sama dengan besarnya tanggung jawab yang
akan diberikan dan diberikan kebebasan dalam menentukan keputusan-keputusan
yang akan diambil.
3). Pengaruh
( influence ) yaitu transaksi dimana seseorang dibujuk oleh orang lain untuk
melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan harapan orang yang mempengaruhi.
Pengaruh dapat timbul karena status jabatan, kekuasaan dan menghukum, pemilikan
informasi lengkap juga penguasaan saluran komunikasi yang lebih baik.
1.6.
Seni Pendelegasian Wewenang
Didasarkan
pada personal attitude (sikap pribadi manajer yang melakukan pendelegasian
wewenang itu).
Personal
attitude yang harus dimiliki manajer adalah :
1). Manajer
harus memberikan kesempatan kepada pendapat-pendapat orang lain terutama
bawahan untuk dilakukan demi kemajuan perusahaan.
2). Manajer
dalam pendelegasian wewenangnya supaya efektif, harus bersedia untuk memberikan
kepercayaan kepada bawahannya untuk membuat suatu keputusan.
3). Manajer
dalam pendelegasian wewenangnya harus bersedia dan memaafkan kesalahan bawahan
sepanjang kesalahan itu wajar dan dianggap biasa.
4). Manajer
dalam pendelegasian wewenangnya supaya efektif, harus bersedia untuk memberikan
kepercayaan kepada bawahannya untuk melaksanakan pekerjaanya dengan
sebaik-baiknya.
5). Kesediaan
untuk mengadakan dan dan menggunakan pengendalian yang luas, ketat, efektif,
dan intensif dengan alat-alat dan sitem-sistem pengendalian yang baik.
1.7.
Sentralisasi dan Desentralisasi
Pengertian
sentralisasi dan disentralisasi wewenang dalam manajemen adalah :
Sentralisasi
adalah jika sebagian besar wewenang/kekuasaan masih tetap dipegang oleh manajer
puncak atau hanya sebagian kecil wewenang yang didelegasikan ke bawahan.
Desentralisasi
adalah jika sebagian kecil wewenang/kekuasaan masih tetap dipegang oleh
manajer puncak dan sebagian besar wewenang didelegasikan ke bawahan.
1.8.
Hambatan-Hambatan Pendelegasian
1). Hambatan pada delegator
a. Kurangnya
pengalaman dalam pekerjaan atau dalam mendelegasikan
b. Kurangnya kepercayaan pada bawahan
c. Keseganan untuk mengembangkan bawahan
d. Kegagalan untuk menetapkan kontrol dan tindak lanjut yang efektif
e. Kurangnya
ketrampilan organisasional dalam menyeimbangkan beban kerja
2). Hambatan pada delegate
a. Kurangnya pengalaman dan kompetensi
b. Menghindari tanggung jawab
c. Sangat tergantung dengan boss
d. Kekacauan [disorganization]
e. Kelebihan beban kerja
f. Terlalu
memperhatikan hal hal yang kurang bermanfaat
3). Hambatan dalam
situasi
a. Kebijakan tertuju pada satu orang
b. Tidak ada toleransi kesalahan
c. Kekritisan keputusan
d. Urgensi, tidak
ada waktu untuk menjelaskan [krisis manajemen]
e. Kebingungan
dalam tanggung jawab dan kewenangan.
f. Kekurangan tenaga
Yang
memungkinkan gagalnya delegasi, yaitu :
a. Atasan merasa lebih jika mereka
tetap mempertahankan hak pembuatan keputusan.
b. Atasan tidak ingin ambil resiko
kalau saja bawahannya salah ataupun gagal dalam menjalankan wewenangnya.
c. Atasannya kurang atau tidak percaya
kepada bawahannya.
d. Atasan takut apabila seorang
bawahannya melakukan tugas dengan sangat baik dan efektif, sehingga dapat
mengancam posisinya sebagai atasan.
e. Bawahan tidak menerima dengan alasan
dapat menambah tanggung jawab yang sudah diterima.
f. Bawahan takut tidak dapat
menjalankan tugas – tugas dengan benar dan dikatakan gagal.
g. Bawahan merasa tertekan apabila
dilimpahkan tanggung jawab yang lebih besar.
Cara
agar delegasi yang dilakukan efektif
a. Tentukan tugas yang harus didelegasikan
b. Tentukan siapa yang akan menerima delegasi
c. Delegasikan pekerjaan
d. Informasi tentang pekerjaan yang
didelegasikan harus diberikan secara lengkap
e. Komunikasi harus dibina baik antara pemberi
dan penerima
f. Tetapkanlah alat-alat pengendali yang baik
g. Berikan insentif bagi delegate yang sukses

Posting Komentar